Sabtu, 23 Januari 2016

Gerak aliran fluida


GERAK FLUIDA
Gerak fluida terbagi menjadi empat
1.      Stream line
2.      Streak line
3.      Pathline
4.      Streamtube



STREAMLINE adalah garis yang yang menghubungkan berbagai posisi benda ( molekul fluida) yang di segala posisi tadi garisnya menyinggung vektor kecepatan dan waktu dengan syarat arah alirannya tidak berpotongan satu sama lainnya, dimana setiap jalur aliran menyatakan arah kecepatan aliran



STREAKLINE adalah garis yang menghubungkan lokus pertikel yang telah melewati posisi euler yang benar dan tepat.jadi merupakan lintasan dari lokus lokus partikel.



PATHLINE adalah hampir sama dengan streamline , namun garis ini menghubungkan hanya 1 partikel yang melewati posisi posisi yang sama pada aliran.pathline juga dapat dikatakan garis yang di lalui partikel tertentu dalam satu periode dan jejak jejak partikel sebagai fungsi waktu.



STREAMTUBE adalah arus yang membentuk tabung kedap karena dinding tabung terdiri dari arus,dan tidak ada aliran normal untuk merampingkan.




note : menurut KBBI arti kata lokus adalah lokus/lo·kus/ n 1 Bio bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen; lokus gen; 2 Mat tempat kedudukan titik-titik atau himpunan titik yang koordinatnya memenuhi persamaan;-- gen bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen


HUKUM BERNOULLI


HUKUM BERNOULLI
Hukum Bernoulli menyatakan bahwa tekanan dari fluida yang bergerak seperti udara berkurang ketika fluida tersebut bergerak lebih cepat. Hukum Bernoulli ditemukan oleh Daniel Bernoulli, seorang matematikawan Swiss yang menemukannya pada 1700-an. Bernoulli menggunakan dasar matematika untuk merumuskan hukumnya.

Terdapat beberapa Asumsi Hukum Bernoulli diantaranya:
  • ·         Fluida tidak dapat dimampatkan (incompressible) dan nonviscous. 
  • ·         Tidak ada kehilangan energi akibat gesekan antara fluida dan dinding pipa. 
  • ·         Tidak ada energi panas yang ditransfer melintasi batas-batas pipa untuk cairan baik sebagai keuntungan atau kerugian panas. 
  • ·         Tidak ada pompa di bagian pipa
  • ·         Aliran fluida laminar (bersifat tetap)

Rumus Hukum Bernoulli: 


Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

  • Aliran bersifat tunak (steady state)
  • Tidak terdapat gesekan
Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:


Dari persamaan diatas di dapati turunan rumus berikut ini :






Contoh fenomena dari hukum persamaan bernoulli
Seperti video di bawah ini :
link :https://www.blogger.com/video-thumbnail.g?contentId=5c9626c02d6769c3&zx=cqgz31ihqdml

Tiup kertas d bawah mulut
Kenapa bisa ? ini karna ada gaya angkat ( kertas di tiup di bawah mulut )
Kertas bagian atas anggap P1 dan P2 anggap bagian bawah kertas jadi ada persamaan rumusnya seperti ini : 

Tekanan P1 = kecil
Volume 1 = besar
Tekanan P2 = besar
Volume 2 = kecil

sekian mohon maaf bila ada kekurangan karena saya hanya manusia biasa bila ada kelebihan itu datangnya dari Allah SWT 
alhamdulillah sekian terima kasih wassalamualaikum , Wr,Wb

Kamis, 21 Januari 2016

fluida dinamis




FLUIDA DINAMIS

Fluida Dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang bergerak. Untuk memudahkan dalam mempelajari, fluida disini dianggap steady (mempunyai kecepatan yang konstan terhadap waktu), tak termampatkan (tidak mengalami perubahan volume), tidak kental, tidak turbulen (tidak mengalami putaran-putaran).


 http://fisikadedek.blogspot.co.id/2013/05/fluida-statik-dan-dinamis.html

Persamaan Kontinuitas        
              Air yang mengalir di dalam pipa air dianggap mempunyai debit yang sama di sembarang titik. Atau jika ditinjau 2 tempat, maka: Debit aliran 1 = Debit aliran 2. Kita buktikan



Gambarselang



Fenomena: air di selang. Ketika ujungnya dipencet, kecepatan air keluar lebih tinggi.
Besaran dalam fluida dinamis :
Dimana :
Q   =    debit aliran (m3/s) 
A   =    luas penampang (m2) 
V   =    volume (m3)


v    =    laju aliran fluida (m/s)
t     =    selang waktu (s)


selanjutnya kita akan menganilisa darimana rumus diatas didapatkan.
         

Penurunan rumus pada gambar di atas telah membuktikan bahwa Q1 = Q2 atau debit aliran 1 = debiat aliran 2,dan debit aliran = luas penampang x laju aliran (Q = A . v).


 Contoh Soal :

dik :